Kegagalan adalah Menu Utama

Baiklah, saya sudah menemukan potongan lainnya dari teka-teki ini. Sedikit rasa iri. Namun, saya masih merasa saya melewatkan sesuatu. Bagaimana mungkin negara kecil ini menghasilkan lebih banyak seniman dan penulis per kapita daripada negara lain?

"Itu karena kegagalan," kata Larus, sembari menekan kacamata dengan keras ke hidungnya.
"Kegagalan?"
"Ya, kegagalan tidak membawa stigma di Islandia. Nyatanya, dengan cara tertentu kami memuja kegagalan."
"Memuja kegagalan? itu terdengar........gila. Tak ada seorangpun yang memuja kegagalan."
"Biar saya jelaskan. Kami menyukai orang-orang yang gagal jika mereka gagal dengan tujuan terbaik. Mungkin mereka gagal karena mereka tidak cukup kejam, misalnya."

Semakin dalam memikirkan ini, semakin masuk akal. Karena jika Anda bebas untuk gagal, Anda bebas untuk mencoba, Kita, senang berpikir bahwa kita juga menerima kegagalan, dan itu benar sampai titik tertentu. Kita menyukai kisah kegagalan yang bagus selama berakhir dengan keberhasilan. Wirausahawan yang gagal berkali-kali sebelum mendapat jackpot dengan ditolak berkali-kali. Di dalam cerita-cerita ini, kegagalan berfungsi hanya untuk mempermanis rasa keberhasilan itu. Itu hanyalah makanan pembuka. Namun, bagi orang Islandia, kegagalan adalah menu utamanya.

Larus memberitahu saya bagaimana sangat normal bagi remaja Islandia untuk memulai band garasi dan mendapat dukungan penuh dari orangtuanya. Anak-anak itu tidak mengharapkan keberhasilan. Usaha merekalah yang penting. Selain itu, jika mereka gagal, mereka selalu bisa memulai lagi.

".....mereka selalu bisa memulai lagi..."

Dikutip dari Bliss.

Komentar

Postingan Populer